Thursday, January 22, 2004

Tongkat

Bersama resahnya hati kumenanti hari dengan pertanyaaan yang tak pernah dapat kujawab.Dan esok tetap sama,hilang......tak ada yang berubah. Begitu lelah,..begitu renta.Sememtara waktu penantian kian dekat menghampiri diriku...., hari penghakiman (pengusiran. red.)

Dan aku tetap kaku dalam keadaan yang sama, Tenggelam dalam sepi hari yang tak pernah memberikan sedikit senyum kedamaian dihatiku. Tak ada badai yang menghancurkan jiwaku, cuaca begitu tenang membisu dalam dinginnya udara winter. Hari-hariku terlalu pucat tanpa warna seperti karang yang menunggu hantaman ombang tuk menghancurkan dirinya.

Padahal akupun ingin merasakan kerasanya tamparan dalam berjuang. Ingin kutahu nikmatnya sebuah kemenangan atas perjuangan. Ingin ku kecap rasanya jatuh dan kembali bangkit dalam setiap langkah perjuangan. Namun tak ada pegangan yang dapat dijadikan sandaran atau teman dalam terus berjalan.

Dan Kebekuan ini perlahan merobek hatiku tanpa perlawanan sama sekali. Kalupun ada hanya tamparan makin keras yang kan membawa diriku dalam kehancuran. Aku harus kalah, biarlah kurasakan tamparan ini agar aku kuat..., agar aku berani menantang hidup. Agar ada ketegaran yang membuatku merasa benar benar hidup.

Kuingin ada tongkat yang dapat membuatku tetap berdiri lalu pergi melaju tanpa henti menghampiri kemenangan. Atau biarkan ku bawa pisto dalam gengaman dan kan kutodongkan kepada setiap Orang....!
Karena aku manusia Biasa bukan separu dewa. Meski tenang aku kan terus berjuang entah dengan kegagalan

No comments: